Penelitian ini membahas penerapan etika komunikasi dalam kegiatan promosi dan publikasi film animasi Merah Putih: One for All sebagai salah satu karya film animasi nasional yang memperoleh perhatian besar dari masyarakat. Promosi film ini dilakukan secara intensif melalui berbagai media, khususnya media digital dan media sosial, dengan menonjolkan tema nasionalisme, persatuan, dan kebanggaan terhadap karya anak bangsa. Namun, setelah film dirilis, muncul berbagai kritik dan tanggapan publik yang menilai bahwa kualitas animasi yang disajikan belum sepenuhnya sebanding dengan ekspektasi yang dibangun melalui promosi. Fenomena tersebut menimbulkan persoalan etika komunikasi, terutama terkait prinsip kejujuran, tanggung jawab, transparansi pesan, serta akuntabilitas komunikator dalam industri perfilman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Objek penelitian meliputi materi promosi film berupa poster, trailer, unggahan media sosial resmi, serta pemberitaan media daring dan tanggapan publik di ruang digital. Analisis dilakukan dengan mengacu pada teori etika komunikasi dan teori tanggung jawab sosial media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi film Merah Putih: One for All secara konsisten menyampaikan pesan nasionalisme dan nilai persatuan, namun masih ditemukan adanya kesenjangan antara citra film yang dibangun melalui promosi dengan realitas kualitas produk yang diterima penonton. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam kajian etika komunikasi serta rekomendasi praktis bagi industri film animasi nasional agar menerapkan strategi promosi yang lebih etis dan bertanggung jawab.